Pada malam 10 Oktober 2025, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan akan mengenakan tarif tambahan yang besar pada barang-barang Tiongkok, langkah ini menjatuhkan bom kejutan di pasar keuangan. [1]”Trump Shock” ini tidak hanya berdampak pada pasar saham, tetapi juga menyebabkan pengaruh yang sangat kuat pada pasar mata uang kripto, khususnya altcoin, menyebabkan harga berbagai token anjlok secara instan.
[1]
Apa yang Terjadi di Pasar Altcoin?
Di bawah guncangan ini, sebagian altcoin mengalami penurunan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di antaranya, Cosmos (ATOM) di bursa besar Binance, harganya anjlok dari 4,18 dolar AS hari sebelumnya hingga 0,001 dolar AS pada satu titik, memicu ketidakpuasan besar dari banyak trader. [1]Demikian pula, Sui (SUI) yang berada di peringkat atas kapitalisasi pasar juga anjlok 85% dari 3,7 dolar AS menjadi 0,5597 dolar AS, pasar dilanda kepanikan.
[1]
Binance merilis pernyataan resmi, menjelaskan bahwa aktivitas pasar yang besar menyebabkan beban sistem terlalu tinggi, sehingga sebagian pengguna mengalami keterlambatan dan masalah tampilan.
[1]
Reaksi Pasar dan Skala Likuidasi
Seorang trader saat mengomentari penurunan bersejarah ini berkata: “Sejak saya mulai berdagang mata uang kripto, saya belum pernah melihat situasi seperti ini. Saya terpaksa berpikir bahwa ada market maker atau dana yang bangkrut.” [1]Analis terkenal Alex Krüger juga menetapkan keruntuhan ini sebagai “salah satu keruntuhan paling dramatis dalam sejarah mata uang kripto”, dia menunjukkan bahwa Bitcoin turun 10% dalam beberapa menit, Ethereum turun 20%, sementara altcoin lainnya turun 40% hingga 70%.
[1]
Terdampak oleh hal ini, total likuidasi pasar selama 24 jam terakhir mencapai angka mengejutkan 1,92 miliar dolar AS (sekitar 300 miliar yen), dengan banyak posisi long mengalami likuidasi paksa.
[1]
Pemicu Keruntuhan: Oposisi AS-Tiongkok
Penyebab langsung kekacauan pasar ini adalah Presiden Trump mengisyaratkan kemungkinan mengenakan tarif tambahan 100% pada barang-barang Tiongkok sebagai balasan atas pembatasan ekspor tanah jarang Tiongkok. [1]Tiongkok menguasai sekitar 70% pasokan tanah jarang global, dan pembatasan ekspornya dapat memberikan pukulan serius pada industri kunci AS seperti otomotif dan semikonduktor. [1]Kekhawatiran ini dengan cepat menyebar ke seluruh pasar keuangan, memicu operasi penghindaran risiko secara besar-besaran.
Kesimpulan
“Trump Shock” ini kembali menyoroti pengaruh besar risiko geopolitik terhadap pasar mata uang kripto, sekaligus mengekspos bahaya perdagangan leverage dan kerentanan pasar altcoin. Dapat diprediksi, dinamika hubungan AS-Tiongkok akan terus menjadi faktor kunci yang mempengaruhi volatilitas pasar yang ekstrem.
Sourceshelp